SELAMAT MENYALAKAN KARBURATOR ANDA

Let's Skankin

Let's Skankin

Migoo

Migoo

Protokol WAN

Jumat



Wide Area Network


Adalah jaringan data penghubung jaringan-jaringan akses/lokal

Karakteristik

Menuju berbasis paket
Dari connectionless menuju connection oriented (virtual circuit)
Bitrate relatif rendah (~2 Mbps)
Jangkauan jauh (multi provider)
Diluar kendali user (termasuk QoS)
Teknologi jangka panjang (belum tentu akan diganti biarpun sudah ada teknologi baru yang lebih baik)

Glossary

Connection oriented
Ada handshaking (pembukaan hubungan, pertukaran data, penutupan hubungan
Connectionless oriented
Data dikirim tanpa minta ijin terlebih dahulu
Circuit switch
Disediakan jalur tertentu dan tetap selama berhubungan
Komunikasi dilaksanakan secara kontinu
Packet switching
Tidak ada jalur yang tetap, komunikasi diskrit (per paket)
Message switching
Informasi dikirim dalam bentuk pesan yang berukuran lebih besar dari paket data (misal email)
Virtual Circuit
Selalu ada jalur, tetapi tidak tetap
Komunikasi bisa kontinu bisa diskrit

Bursty Traffic




Traffic data di WAN umumnya bersifat bursty
Seperti terlihat digambar trafik tidak merata, terjadi puncak-puncak trafik
Pada umumnya trafik bursty akan mempunyai nilai maksimum yang jauh lebih tinggi dari rata-rata trafik



Point-to-Point protocol (PPP)
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous.

Pada jaringan, Point-to-Point Protocol, atau PPP, adalah protokol data link yang biasa digunakan untuk membuat sambungan langsung antara dua node jaringan. Ini dapat memberikan otentikasi koneksi, transmisi privasi enkripsi, dan kompresi.

PPP digunakan di banyak jenis jaringan fisik termasuk kabel serial, line telepon, trunk line, telepon selular, radio link khusus, dan serat optik link seperti SONET. Kebanyakan penyedia layanan Internet (ISP) menggunakan PPP untuk akses pelanggan dial-up ke Internet. Dua bentuk enkapsulasi PPP, Point-to-Point Protocol over Ethernet (PPPoE) dan Point-to-Point Protocol atas ATM (PPPoA), yang digunakan oleh Internet Service Provider (ISP) untuk menghubungkan Digital Subscriber Line (DSL) layanan Internet.

PPP biasanya digunakan sebagai protokol data link layer untuk koneksi lebih dari rangkaian sinkron dan asinkron, di mana sebagian besar telah digantikan dengan yang lebih tua, non-standar Serial Line Internet Protocol (SLIP) dan perusahaan telepon standar diamanatkan (seperti Link Access Protocol Balanced ( LAPB) dalam protokol X.25). PPP dirancang untuk bekerja dengan berbagai protokol lapisan jaringan, termasuk Internet Protocol (IP), Novell IPX (IPX), NBF dan AppleTalk.

PPP juga digunakan melalui koneksi broadband. RFC 2516 menjelaskan Point-to-Point Protocol over Ethernet (PPPoE), sebuah metode untuk transmisi PPP over Ethernet yang kadang-kadang digunakan dengan DSL. RFC 2364 menjelaskan Point-to-Point Protocol over ATM (PPPoA), sebuah metode untuk transmisi PPP over ATM Adaptation Layer 5 (AAL5), yang juga kadang-kadang digunakan dengan DSL.
PPP dispesifikasikan di RFC 1661.


High-level Data Link Control (HDLC)

HDLC ( High level Data Link Control ) adalah protokol untuk digunakan dengan WAN ( Wide Area Networks ) yang secara luas dapat mengatasi kerugian – kerugian yang ada pada protokol – protokol yang berorientasi karaktek seperti Bi-Synch, yaitu yang hanya dapat bekerja secara half-duplex ( pengiriman isyarat dua arah tetapi tidak dalam waktu yang bersamaan ) dan penggunaan karaktek DLE untuk mendapatkan transparansi pesan.

protokol ini dikembangkan oleh International Standards Organization (ISO) dan diterima oleh banyak kalangan, khususnya untuk transfer informasi, dan disingkat dengan HDLC. Protokol HDLC ini merupakan protokol synchronous bit-oriented yang berada pada lapisan data-link (Message packaging) model ISO Open System Interconnection (OSI) untuk komunikasi komputer ke komputer. Di bawah HDLC, pesan dikirimkan dalam unit yang disebut dengan frame, yang masing-masingnya dapat mengandung jumlah data yang variabel, namun harus diatur secara khusus.

Yang paling Penting Protocol data link control adalah HDLC (ISO 3009, ISO 4335). HDLC tidak hanya sudah umum dipergunakan namun juga menjadi asas untuk berbagai protocol data link control terpenting lainnya, yang menggunakan format dan mekanisme yang sama seperti yang digunakan dalam HDLC. Selanjutnya, dalam bagian ini kita menyajikan pembahasan yang lebih mendetail mengenai HDLC.

Untuk memenuhi berbagai macam aplikasi, HDLC menetapkan tiga jenis stasiun, dua konfigurasi, serta tiga model operasi pengalihan data. Ketiga jenis stasiun tersebut adalah sebagai berikut:


  • Stasiun Primer: Bertanggung-jawab mengontrol operasi jalur. Frame-frame dikeluarkan oleh primary yang disebut perintah.
  • Stasiun Sekunder: Beroperasi dibawah kendali stasiun primer. Frame-frame dikeluarkan sekunder yang disebut respons. Primer mempertahankan jalur logik yang terpisah dengan setiap stasiun sekunder pada jalur.
  • Stasiun Gabungan: Mengkombinasikan bentuk primer dan sekunder. Stasiun gabungan bisa mengeluarkan perintah dan respon.

Konfigurasi jalur berupa

  • Asynchronous: Terdiri dari satu stasiun primer dan satu atau lebih stasiun sekunder, serta mendukung baik transmisi full-duplex maupun half-duplex.
  • Synchronous: Terdiri dari dua stasiun gabungan, serta mendukung transmisi full-duplex maupun half-duplex.

Sedangkan mode transfer data berupa:

  • Normal response mode (NRM): Digunakan dengan konfigurasi. Primer tidak seimbang mengawali data transfer menuju secondary, namun sekunder hanya mentransmisikan data dalam bentuk respon sampai perintah dari primer saja.
  • Asynchronous Balanced Mode (ABM): Digunakan dengan konfigurasi seimbang. Salah satu stasiunt gabungan dapat mengawali transmisi tanpa perlu ijin dari salah satu stasiunt gabungan lainnya.
  • Asynchronous Response Mode (ARM): Digunakan dengan konfigurasi tidak seimbang. Secondary dapat mengawali transmisi tanpa perlu ijin yang jelas dari primer. Primer masih tetap bertanggung-jawab terhadap jalur, termasuk inisialisasi, perbaikan kesalahan, serta diskoneksi logik.
NRM dipergunakan pada jalur multititik, dimana sejumlah terminal dihubungkan ke komputer host. Komputer menanyai setiap terminal untuk dipergunakan sebagai masukan. NRM kadang-kadang juga dipergunakan pada jalur ujung-ke-ujung, utamanya bila jalur menghubungkan sebuah terminal atau periferal lainnya dengan sebuah komputer. ABM merupakan mode yang paling banyak dipergunakan dibanding mode-mode lainnya: karena membuat penggunaan jalur ujung-ke-ujung full-duplex menjadi lebih efisien sebab tidak memerlukan overhead. Sedangkan ARM jarang digunakan: karena hanya bisa diaplikasikan untuk keadaan-keadaan tertentu dimana sekundar perlu mengawali transmisi.

Protokol layer data link ini merupakan protokol ciptaan Cisco System, jadi penggunaan protokol ini hanya ketika sebuah jalur WAN digunakan oleh dua buah perangkat router Cisco saja. Apabila perangkat selain produk Cisco yang ingin digunakan, maka protokol yang digunakan adalah PPP yang merupakan protokol standar.

Teknologi WAN


X.25

Sistem Komunikasi Data Paket
Virtual (?) Circuit
Connection oriented
Bitrate konstan 64 kbps
Sinkron

Arsitektur Jaringan X.25



Jaringan X.25 mempunyai elemen-elemen:
Terminal (DTE)
Modem
X.25 Switch
Dan saluran penghubung antar switch

Model Protokol X.25



Protokol X.25 menempati lapis 2 dan 3 dari lapis OSI, dengan protokol lapis 2 : HDLC dan LAPB sedangkan lapis 3 menggunakan standar X.25 dan X.75

Kelemahan X.25

Connection oriented
Untuk komunikasi berbasis paket dengan bitrate rendah, connection oriented kurang efisien dikarenakan waktu tersita untuk melakukan pembangunan hubungan padahal hanya dipakai sebentar saja.
Pengaturan datalink yang sangat ketat -> kurang mendukung aplikasi realtime.
Sangat banyak variasi X.25 -> setiap vendor komunikasi membuat versi custom masing-masing
Bitrate tetap, padahal aplikasi data sekarang banyak yang bursty  penggunaan kanal kurang efisien

Perbandingan X.25 dengan Frame Relay






Arsitektur Frame Relay

Frame Relay mempunyai 2 lapis: fisik dan data link (LAPF)
Inti LAPF: kendali datalink minimal
Kendali LAPF: fungsi tambahan data link atau lapis jaringan

ATM

Asynchronous Transfer Mode
Menerapkan konsep cell dan tetap (53B = 5B header + 48B payload)
Memberikan kecepatan dan kepastian waktu pelayanan
Dirancang untuk melayani trafik data dan voice (lebih utama)
Connection oriented menggunakan virtual circuit untuk menggantikan fungsi circuit switch yang dibutuhkan oleh trafik voice
Rancangan ini menjadi bumerang ketika fakta trafik yang dominan menjadi trafik data
Terdapat 2 jenis paket ATM : UNI dan NNI



UNI/NNI

UNI (User to/from Network Interface)
Paket ATM dari user ke jaringan dan sebaliknya
VPI = 8 bit = 256 path
VCI = 16 bit = 64k channel

NNI(Network – Network Interface)
Paket ATM didalam jaringan
VPI = 12 bit = 4k path
VCI = 16 bit = 64k channel

PTI = payload type = jenis muatan; mendukung berbagai layanan

Bitrate Layanan ATM



ATM mendukung layanan
CBR: laju data konstan  trafik telepon dan sejenisnya
VBR: laju data berubah-ubah sesuai keperluan  trafik data umumnya
ABR: laju data akan mengikuti bandwitdh yang tersedia saat itu  trafik multimedia

AAL (ATM Adaption Layer)

ATM mendukung layanan tersebut dengan menggunakan ATM Adaptation Layer
Terdapat 4 (AAL1, AAL2, AAL3, AAL4) + 1 (AAL5 – dalam pengembangan)



Fungsi AAL

Menangani kesalahan transmisi
Segmentation And Reassembly (SAR)
Menangani kehilangan dan kesalahan penyisipan sel
Kendali aliran dan waktu

Struktur Protokol AAL

Sublayer Convergence (CS)
Mendukung aplikasi tertentu
Pengguna AAL melaluiSAP
Sublayer SAR (SAR)
Membentuk dan mengurai informasi dari CS ke sels
4 Jenis
AAL1
AAL2
AAL3/4
AAL5



Multi Protocol Label Switching

Ingin menggantikan IP sebagai backbone network protocol
Konsep meniru ATM, tapi dilakukan pada lapis 2
Mendukung banyak protokol untuk dibawanya: IP, ATM, Frame Relay

Operasi MPLS


Menggunakan router berkemampuan label switching
Label menentukan aliran paket antara titik-titik ujung atau tujuan multicast
Setiap aliran (forward equivalence class – FEC) mempunyai path tertentu melalui LSR yang sudah ditentukan
Connection oriented
Setiap FEC mempunyai permintaan QoS
IP header (jika paket MPLS membawa data IP) tidak diperiksa
Forward paket berbasis nilai label

>Paket yang masuk ke router ingress MPLS akan diberi label sesuai dengan tujuannya
>Di jaringan MPLS label tersebut yang menjadi alamat switching
>Di router egress label MPLS akan dibuang dan paket akan dikirimkan ke tujuan sesuai dengan protokol aslinya



Format label

Label 20 bit
Exp : keperluan eksperimen
S=1 -> masukan tertua di stack
TTL -> berdasar jumlah hop







sumber: http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/kuliah/jarkom/9.%20Protokol%20WAN.ppt

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

4 komentar:

Firma Hafiz mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Dono's mengatakan...

makasih infonyaa,.mampir juga http://jaketkuning.unsri.ac.id/sukardono/blog/1815/

Anonim mengatakan...

thanks artikelny dpt membantu..
share http://jaketkuning.unsri.ac.id/ahmed/blog/1822/

Mas O mengatakan...

Kunjungi balik ya otebagiilmu.blogspot.com dan juga puisi-tegar.blogspot.com

Posting Komentar