Kabel Coaxial
Kabel koaksial atau lebih di kenal dengan transmission line, adalah sebuah kabel listrik dengan konduktor dalam dikelilingi oleh tubular, lapisan isolasi fleksibel, dikelilingi oleh perisai tabung. Istilah koaksial konduktor berasal dari dalam dan luar perisai berbagi sumbu geometris yang sama. Kabel koaksial diciptakan oleh insinyur Inggris dan matematika Oliver Heaviside , yang pertama kali dipatenkan pada tahun 1880 desain.
Kabel koaksial ini, sangat popular pada era tahun 1940 atau masa masa perang dunia ke II adalah jenis open wire, yaitu dua kabel terbuka yang secara sejajar dengan jarak tertentu mengalirkan RF (Radio Frekwensi) menuju feed point antenna. Open Wire cukup baik sebagai transmission line, namun Open Wire di rentang dengan jarak kedua kabel sejajar dan tidak boleh berubah, kondisi penempatan harus jauh dari metal dan tidak dapat fleksibel seperti Coax terbungkus rapi seperti transmission line masa kini, namun Open Wire akan menimbulkan masalah jika dipergunakan untuk antenna jenis pengarah, Antenna harus selalu dapat berputar sesuai arah yang diinginkan pengguna, dalam hal ini open wire kurang dapat fleksibel dan agak rumit untuk memakainya.
Kabel Coax (Transmission Line) jika terlalu panjang bisa menyebabkan losses Power energi yang di pancarkan ke antenna, Radio Frekwensi yang disalurkan terhambat, sebaiknya lebih teliti dalam memilih type coax terutama merk dan pastikan jenis material kabel (kandungan metal yang dipergunakan), diameter coax (Jarak Inner dan Outer coax serta coaxial Jacket), panjang Coax yang dipergunakan, Jenis Connector, Korosi yang disebabkan cuaca dan lainnya.
Losses Power akan berkurang jika Transmitter, kabel dan antenna match impedansi nya, Loses akan bertambah jika SWR lebih besar dari 1:1. Setiap energi yang disalurkan melalui Coax dari transmitter ke antenna (Load) dan kembali ke Transmitter dinamakan Reflected Power dan selalu mengakibatkan Losses pada Power yang di transmisikan, efeknya arus gelombang balik (SWR) akan membesar nilai perbandingan current, voltage dan frekwensi menghambat aliran gelombang dari transmitter untuk dilepaskan ke antenna.
Kabel Coaxial digunakan sebagai jalur transmisi untuk frekuensi radio sinyal, dalam aplikasi seperti menghubungkan radio pemancar dan penerima dengan antena mereka, jaringan komputer ( internet ) koneksi, dan mendistribusikan sinyal televisi kabel. Satu keuntungan nya adalah bahwa dalam sebuah kabel coaxial ideal medan elektromagnetik membawa sinyal hanya ada di ruang antara bagian dalam dan luar konduktor . Hal ini memungkinkan kabel koaksial berjalan untuk diinstal di samping benda logam seperti talang tanpa rugi daya yang terjadi dalam jalur transmisi lain, dan memberikan perlindungan dari sinyal dari eksternal gangguan elektromagnetik .
Kabel Coaxial berbeda dari yang lain yaitu, digunakan untuk membawa sinyal frekuensi yang lebih rendah seperti sinyal audio , dalam dimensi kabel dikendalikan untuk menghasilkan konduktor repeatable dan dapat diprediksi jarak diperlukan untuk berfungsi secara efisien sebagai radio frekuensi saluran transmisi
Cable Loss
Cable LossCable loss adalah insertion loss total Anda kabel transmisi sistem. Ini biasanya akan mencakup penyisipan hilangnya kabel transmisi, jumper kabel, konektor dan perlindungan petir. Catatan, hilangnya komponen lain (misalnya VSWR / monitor power, duplekser, combiner atau filter) juga bisa ikut bermain. Sebagai contoh, sistem transmisi kabel untuk antena 800 MHz terpasang di 200 ft (61 m) tingkat menara dapat mencakup sebagai berikut:
Kabel Transmisi: 7 / 8 "Andrew LDF5-50, 1,13 dB/100 ft (3,69 dB / 100 m) @ 824 MHz Kabel Jumper: 1 / 2 Andrew "FSJ4-50B, 3,23 dB/100 ft (10,6 dB / 100 m) @ 824 MHz 230 ft (70 m) dari kabel transmisi = 2,60 dB 20 ft (6 m) jumper pada pemancar = 0,65 dB 10 ft (3 m) jumper pada antena = 0,32 dB Koneksi pasang x 4 = 0,1 x 4 = 0,4 dB Proteksi petir = 0,1 dB rugi kabel (insertion loss total) = 4,07 dB Dalam hal ini, sebuah VSWR 1,17 (-22,1 dB RL) diukur pada akhir kabel pemancar akan menunjukkan bahwa pengukuran antena sebenarnya 1,50 VSWR (-14,0 RL dB). Ini akan diterima sebagai antena khas dirancang untuk beroperasi pada 1,50 VSWR (-14,0 dB RL) atau lebih baik. Demikian pula, VSWR 1,50 (-14,0 dB RL) diukur pada pemancar akan menyamakan ke VSWR 3,09 (-5,8 dB RL) pada antena. Ini akan menunjukkan bahwa antena dalam tidak melakukan ke VSWR 1,50 (-14,0 dB RL) spesifikasi. Akhirnya, VSWR 2,29 (-8,1 RL dB) pada menghasilkan sebuah antena pemancar dengan 100 + VSWR (0,0 dB RL). Pengukuran ini harus waspada pengguna yang antena telah gagal dan membutuhkan segera
Mengukur Cable LossCable rugi dapat diukur dengan sama peralatan yang digunakan untuk mengukur VSWR antena atau tingkat return loss. Sebuah jaringan vektor penganalisis (VNA) dengan modus kehilangan kabel arus ini pengukuran.Cukup menghubungkan salah satu ujung kabel Anda ke VNA, tempat terbuka atau pendek pada ujung kabel, dan melakukan uji rugi kabel.
Sebuah VNA dengan kesalahan-jarak ke-(DTF) atau kesalahan Cara lokasi secara otomatis akan mengoreksi kerugian kabel. Hilangnya kabel per meter atau parameter kaki dimasukkan saat membuat pengukuran DTF. Sekali setup, hubungkan salah satu ujung kabel ke VNA dengan antena yang terhubung pada ujung kabel dan melaksanakan uji DTF. Hasilnya adalah sebuah antena VSWR atau pengukuran return loss dikoreksi untuk kabel rugi. Sebuah meteran listrik juga dapat digunakan untuk menghitung kabel rugi. Mengukur tingkat daya pada masukan dan output kabel Anda, dikonversi ke unit dBm, dan menghitung perbedaannya. Sebagai contoh, masukan daya 100 W (50 dBm) dan output 50 W (47 dBm) menghasilkan loss kabel dari 3 dB (50 dBm - 47 dBm). Kabel rugi mungkin juga diperkirakan seperti yang kita lakukan dalam bagian sebelumnya dari makalah ini. Jumlah kerugian penyisipan parameter untuk setiap komponen transmisi Anda kabel pada frekuensi sistem operasi Anda. Catatan, rugi penyisipan meningkat seiring dengan meningkatnya frekuensi.
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
theproperty-developer
COAXIAL CABLE LOSS
Rabu
Diposting oleh
Firma Hafiz
di
07.51
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
VIRTUAL HOSTING
Jumat
PRA-KBM ADMIN SERVER
VIRTUAL HOST
Virtual Host merupakan cara untuk mengatur banyak website atau URL di dalam satu mesin atau satu IP. Misalkan kita mempunyai banyak domain tapi hanya mempunyai 1 IP public atau 1 server. Cara untuk mengatasi masalah itu adalah dengan cara membuat virtualhost yang ada di settingan apachenya. Virtual Host bisa anda gunakan setelah anda menginstall package-package apache dan sudah pasti web server anda sudah berjalan dengan baik.

Sekarang kita langsung saja masuk ke dalah konfigurasi. Misalkan saya mempunya 2 buah domain [aminudin.net dan kelelawar.net] saya kebingungan karena saya hanya mempunyai 1 server, solusinya adalah anda harus mengarahkan domain tersebut ke IP server kita untuk contoh silahkan baca http://aminudin.net/?p=230 . kemudian seterusnya konfigurasi di sisi server nya kita lakukan konfigurasi virtualhost anda edit file yang berada di /etc/apache2/http.conf. anda masukan text virual host,sebagai contoh begini :
ServerAdmin webmaster@aminudin.net
ServerName aminudin.net
DocumentRoot /home/amin
CustomLog /hom/amin/log/aminudin.net.log combined
ServerAdmin webmaster@kelelawar.net
ServerName kelelawar.net
DocumentRoot /home/kelelawar
CustomLog /home/kelelawar.net/log/kelelawar.net.log combined
Penjelasan:
<<–Awal dari virtual host :D ServerAdmin webmaster@kelelawar.net <<– Nama admin domain ServerName kelelawar.net <<– Nama domain yang akan masuk ke server kita DocumentRoot /home/kelelawar <– File domain kelelawar.net :D CustomLog /home/kelelawar.net/log/kelelawar.net.log combined <<– Dimana File Log website diletakan <<– Penutup VirtualHost # untuk file log, anda membuat terlebih dahulu file kosong # ex: amin@root~#touch /home/kelelawar/log/kelelawar.net.log Berikutnya yang harus anda lakukan adalah restart apache: amin@root~#/etc/init.d/apache2 restart Jadi secara simple adalah VirtualHost itu adalah belokan dimana directory masing2 domain tersebut. Jika anda mempunya 1 domain atau 2 masih bisa dibilang belum memusingkan untuk configurasi file http.conf-nya. Tetapi jika anda sudah mempunya banyak domain diarahkan ke 1 server, misal anda mempunya 10 domain hayoooo gimana? saya juga pernah mengalami hal serupa, file di http.conf itu banyak sekali nama domain dan hampir serupa bentuknya, bisa lelah mata kita melihatnya. Untuk masalah seperti itu anda sebaiknya membuat file configuration yang baru. Coba anda membuat directory dimana file konfigurasi domain tersebut berada. ex: /home/vhost/aminudin.net.conf /home/vhost/kelelawar.net.conf Setelah itu coba anda pindahkan semua konfigurasi masing2 domain ke file konfigurasi domain tersebut, misal vhost aminudin.net di pindah ke /home/vhost/aminudin.net.conf. Setelah itu anda edit file yang bernama apache2.conf yang berada di /etc/apache2/apache2.conf kemudian anda cari baris yang ada text Include /etc/apache2/http.conf kemudian anda tambahkan baris di bawahnya itu sebagai contoh anda masukan Include /home/vhost/aminudin.net.conf dan Include /home/vhost/kelelawar.net.conf. kemudian karena file http.conf itu sudah kosong filenya maka anda kasih # di text Include /etc/apache2/http.conf menjadi #Include /etc/apache2/http.conf. tanda # itu menandakan bahwa yang berada di baris tersebut hanya komentar jadi tidak di tanggapi oleh apache tersebut. Kemudian setelah anda beres ini itu maka tinggal anda melakukan restart apache nya [amin@root~#/etc/init.d/apache2 restart].
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
VIRTUAL HOST
Virtual Host merupakan cara untuk mengatur banyak website atau URL di dalam satu mesin atau satu IP. Misalkan kita mempunyai banyak domain tapi hanya mempunyai 1 IP public atau 1 server. Cara untuk mengatasi masalah itu adalah dengan cara membuat virtualhost yang ada di settingan apachenya. Virtual Host bisa anda gunakan setelah anda menginstall package-package apache dan sudah pasti web server anda sudah berjalan dengan baik.
Sekarang kita langsung saja masuk ke dalah konfigurasi. Misalkan saya mempunya 2 buah domain [aminudin.net dan kelelawar.net] saya kebingungan karena saya hanya mempunyai 1 server, solusinya adalah anda harus mengarahkan domain tersebut ke IP server kita untuk contoh silahkan baca http://aminudin.net/?p=230 . kemudian seterusnya konfigurasi di sisi server nya kita lakukan konfigurasi virtualhost anda edit file yang berada di /etc/apache2/http.conf. anda masukan text virual host,sebagai contoh begini :
ServerAdmin webmaster@aminudin.net
ServerName aminudin.net
DocumentRoot /home/amin
CustomLog /hom/amin/log/aminudin.net.log combined
ServerAdmin webmaster@kelelawar.net
ServerName kelelawar.net
DocumentRoot /home/kelelawar
CustomLog /home/kelelawar.net/log/kelelawar.net.log combined
Penjelasan:
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Diposting oleh
Firma Hafiz
di
21.39
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)