SELAMAT MENYALAKAN KARBURATOR ANDA

Let's Skankin

Let's Skankin

Migoo

Migoo

LAPORAN VLAN (MENU)

Sabtu


NAMA : FIRMA HAFIZ T

VLAN (MENU)

PEMATERI : PAK RUDI H

BU NETTY A

KELAS : 3 TKJ A

PEL AJARAN: DIAGNOSA WAN

SMKN 1 CIMAHI

TEKNIK KOMPUTER JARINGAN


I. TUJUAN

• Siswa dapat mengetahui dan memahami konsep VLAN
• Siswa dapat membuat topologi implementasi dan dapat mengkonfigurasinya
• Siswa dapat menguji hasil dari konfigurasi VLAN
• Memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Diagnosa WAN

II. PENDAHULUAN

` VLAN (Virtual Local Area Network) merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat
segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation.
Teknologi VLAN (Virtual Local Area Network) bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. VLAN adalah kelompok device dalam sebuah LAN yang dikonfigurasi (menggunakan software manajemen) sehingga mereka dapat saling berkomunikasi asalkan dihubungkan dengan jaringan yang sama walaupun secara fisikal mereka berada pada segmen LAN yang berbeda. Jadi VLAN dibuat bukan berdasarkan koneksi fisikal namun lebih pada koneksi logikal, yang tentunya lebih fleksibel. Secara logika, VLAN membagi jaringan ke dalam beberapa subnetwork. VLAN mengijinkan banyak subnet dalam jaringan yang menggunakan switch yang sama.

III. ALAT DAN BAHAN

• Switch D-Link DES-3026
• 4 PC
• Kabel utp

IV. LANGKAH KERJA

1. Buat topologi.

2. Buat perencanaan VLAN

PC VLAN PORT
1 V1 Fa 0/1
2 V1 Fa 0/2
3 V2 Fa 0/3
4 V2 Fa 0/4

• PC 1 dengan IP 192.168.1.8, PC 2 dengan IP 192.168.1.9 merupakan V1
• PC 3 dengan IP 192.168.1.10, PC 4 dengan IP 192.168.1.11 merupakan V2

3. Skenario
Pada sebuah industry rumahan terdapat 4 PC. PC 1 (192.168.1.8) dapat berkomunikasi dengan PC 2 (192.168.1.9), sedangkan PC 3 (192.168.1.10) dapat bekomunikasi dengan PC 4 (192.168.1.11).
• Buka hyper terminal di windows xp ( start- all programs – accesoris –communication – hyper terminal)

• Masukan nama dan icon untuk new connection



• Pada tab connect using , pilih com1 .



• Pada tab com1 properties port setting pilih 9600 bits per second .



• Login , masukan username : root , password : root



• Pada switch main menu pilih vlan configuration



• Masuk dan pilih kembali vlan configuration



• Ubah postbased untuk vlan grup yang akan kita buat




• Setelah itu lakukan untagged pada vlan port 1-3 , 2-4 agar port lain tidak bisa berkomunikasi dengannya .

• Hasil Kerja

Uji koneksi ( ping ) dari PC 3



Uji koneksi ( ping ) dari PC 4



V. KESIMPULAN

Dari hasil praktek di atas kita dapat membuat sebuah vlan , dengan melakukan 2 konfigurasi yaitu konfigurasi ip pada pc dan konfigurasi switchport access pada switch. Disini kita membuat segmentasi, switchport access dengan id vlan1 hanya dapat berkomunikasi dengan switchport access vlan1. Jika dengan switchport vlan yang berbeda maka PC tidak dapat berkomunikasi, Karena kita telah melakukan untagged pada portswitch.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Laporan SNR (Instalasi WAN)

Rabu


NAMA : FIRMA HAFIZ T

SIGNAL TO NOISE RATIO

(SNR)

PEMATERI : PAK RUDI

PAK YOGAS

KELAS : 3 TKJ A

PEL AJARAN: INSTALASI WAN

SMKN 1 CIMAHI

TEKNIK KOMPUTER JARINGAN

I. TUJUAN

· Mengetahui konsep dasar SNR.

· Dapat menghitung perbandingan sinyal dan noise.

· Memenuhi tugas praktek mata pelajaran installasi wan.

II. PENDAHULUAN

Sinyal adalah gerakan atau percepatan electron yang periodic dan continue.

Noise adalah sinyal listrik yang tidak diinginkan, disebut listrik karena bermuatan sehingga terganggu atau terpengaruhi system komunikasinya. Noise didalam system komunikasi dapat dikelompokan menjadi 4 jenis, yaitu :

a. Thermal Noise/White Noise

b. Intermodulation Noise

c. Crosstalk

d. Impluse Noise

Berdasarkan sumber noise dibagi 2 :

1. Noise Internal adalah noise yang dibangkitkan oleh komponen dalam system komunikasi.

2. Noise Eksternal adalah noise yang dihasilkan oleh sumber diluar system komunikasi. Ada 2 macam noise eksternal :

1. Noise buatan manusia

2. Noise Alam.

SNR ( Signal to Noise Ratio ) adalah perbandingan antara besarnya sinyal dengan noise yang terjadi dalam circuit amplifier atau system.

III. ALAT DAN BAHAN

· Seperangkat PC dengan OS Ubuntu

· USB Wireless

· Aplikasi Wavemon

IV. LANGKAH KERJA

· Instalkan wavemon ke dalam computer.


1.png

· Pasangkan USB Wireless, lalu lihat apakah sudah terdeteksi atau belum


2.png

· Setting ESSID dan mode (ESSID=”kelompok5” mode=”ad-hoc”)

3.png

· Setelah selesai pengesetan, aktifkan interfaces lalu restart hasil konfigurasi



4.png

V. HASIL KERJA

· Pengujian koneksi ke ESSID “kelompok1” dengan menggunakan aplikasi wavemon.


kel1.png

· Pengujian koneksi ke ESSID “kelompok2” dengan menggunakan aplikasi wavemon.


kel2.png

· Pengujian koneksi ke ESSID “kelompok3” dengan menggunakan aplikasi wavemon.


kel3.png

· Pengujian koneksi ke ESSID “kelompok4” dengan menggunakan aplikasi wavemon.


kel4.png

· Pengujian koneksi ke ESSID “kelompok6” dengan menggunakan aplikasi wavemon.


kel6.png

· kel7.pngPengujian koneksi ke ESSID “kelompok7” dengan menggunakan aplikasi wavemon.


· Pengujian koneksi ke ESSID “kelompok8” dengan menggunakan aplikasi wavemon.


kel8.png

VI. ANALISA DARI HASIL PENGUJIAN

ESSID “KELOMPOK1”

SIGNAL LEVEL

NOISE LEVEL

SNR

-30 dBm

-73 dBm

+43 dB

30 dB = 1 watt

43 dB = 43/30

= 1.43 watt

Pengujian :

SNR = signal-noise

= (-30)-(-73)

= -30+73

= +43 dB

ESSID “KELOMPOK2”

SIGNAL LEVEL

NOISE LEVEL

SNR

-21 dBm

-39 dBm

+18 dB

30 dB = 1 watt

18 dB = 18/30

= 0.6 watt

Pengujian :

SNR = signal-noise

= (-21)-(-39)

= -21+39

= +18 dB

ESSID “KELOMPOK3”

SIGNAL LEVEL

NOISE LEVEL

SNR

-2 dBm

-73 dBm

+70 dB

30 dB = 1 watt

71 dB = 71/30

= 2.37 watt

Pengujian :

SNR = signal-noise

= (-2)-(-73)

= -2+73

= +71 dB

ESSID “KELOMPOK4”

SIGNAL LEVEL

NOISE LEVEL

SNR

-54 dBm

-92 dBm

+38 dB

30 dB = 1 watt

38 dB = 38/30

= 1.27 watt

Pengujian :

SNR = signal-noise

= (-54)-(-92)

= -54+92

= +38 dB

ESSID “KELOMPOK6”

SIGNAL LEVEL

NOISE LEVEL

SNR

-31 dBm

-56 dBm

+24 dB

30 dB = 1 watt

25 dB = 25/30

= 0.83 watt

Pengujian :

SNR = signal-noise

= (-31)-(-56)

= -31+56

= +25 dB

ESSID “KELOMPOK7”

SIGNAL LEVEL

NOISE LEVEL

SNR

-1 dBm

- 92 dBm

+91 dB

30 dB = 1 watt

91 dB = 91/30

= 3.03 watt

Pengujian :

SNR = signal-noise

= (-1)-(-92)

= -1+92

= +91 dB

ESSID “KELOMPOK8”

SIGNAL LEVEL

NOISE LEVEL

SNR

-64 dBm

-86 dBm

+22 dB

30 dB = 1 watt

22 dB = 22/30

= 0.73 watt

Pengujian :

SNR = signal-noise

= (-64)-(-86)

= -64+86

= +22 dB

VII. KESIMPULAN

Jadi dengan melakukan praktek ini kita dapat menghitung SNR pada sebuah koneksi wireless dengan menggunakan aplikasi wavemon. Kita juga dapat menghitung SNR dengan menggunakan rumus yang telah dipelajari.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer